
Setelah beberapa bulan ini saya pikirkan, akhirnya saya beranikan diri untuk me-reposting tulisan ini, di blogku sendiri ^_^
Selama ini saya tidak terlalu mengikuti perkembangan ULOS. Yang saya tahu, ULOS itu kain/pakaian adat batak, warisan nenek moyang kita, yang pemakaiannya tidak sembarangan. Lucunya, setelah saya mengalami kejadian yang menyesakkan (menurut saya), baru deh saya ‘heboh’ cari tahu mengenai ULOS.
Kejadiannya begini, beberapa minggu lalu saya ditugaskan oleh kantor ke Kuala Lumpur. Pada satu acara, kami disuguhkan kebudayaan yang katanya mewakili negeri-negeri yang ada di Malaysia. Awalnya sih biasa, yang mereka tampilkan adalah tari-tarian Melayu lengkap dengan pakaian khas Melayu, yg notabene persis dengan tarian dan pakaian Melayu kita. Diikuti dengan tarian dan pakaian adat yg mirip Dayak, okelah, saya pikir masih masuk akal. Yang biasa mulai menjadi tak biasa setelah mereka tampilkan ‘tarian menenun songket’ lengkap dengan kain songket yang persis sekali dengan songket Palembang.
Emosi saya mulai memuncak ketika mereka menampilkan suatu tarian, saya lupa mereka sebut itu tarian apa (sangking emosinya saya sudah tak terdengar lagi apa kata MCnya :( Yang pasti pakaian yang dikenakannya adalah ULOS, yang kalau saya tidak salah jenisnya ‘ragi hotang’, dengan tarian yang mirip dgn tortor, hanya tangan mereka tidak ‘manyomba’ di depan dada, tapi diletakkan di samping paha kiri dan kanan dan kakinya ‘manyerser’ -serser. Dengan bangganya mereka menampilkan tarian itu sebagai budaya mereka! Ironis sekali. Tadinya saya pikir hanya saya yang ‘noticed’ akan kejadian tersebut, ternyata ada seorang teman saya yang juga sadar “Eh Lid, baju lo dipake tuh!” dia tau saya orang BATAK-RED.
Sudah ada beberapa teman (baik BATAK dan nonBatak) yang mengiyakan kalau yang di foto itu adalah ULOS (menurut kalian para penari di atas memakai ULOS bukan?)
Apakah kejadian ‘BATIK’ akan terulang pada ULOS kita? Ini yang mengganggu pikiran saya sekarang.
(tulisan ini pernah saya muat di www.tanobatak.wordpress.com
hehehehe....
ReplyDeletesing sabar yach ndok....
namanya juga plagiator...coba mereka datang ke tanah batak... asa dilopakki
hehehehe
dang holan dilopakki, dibaen gabe sangsang ma ^_^ (gak hanya dipukuli, tapi dibikin jadi sangsang=makanan 'haram' khas batak)
ReplyDeletehahahahaha.... haram tapi nampol
ReplyDeleteudah tak link yach nduk...
cheers
-jo-
salut lah sama si lidya ini bah… ternyata ada boru yg bukan 100% batak secinta ini dgn budaya batak…. sedangkan boru batak 100% sangat langka ditemukan yg memiliki rasa cinta terhadap budaya batak spt ito ini.
ReplyDeleteini lah perempuan yg asli sebagai BORU NI RAJA…
semangat terus ya ito………..
btw hutabarat no brp nya mama nya ito ini biar tau kita mar tutur bah atik na mar bere do au, manang mar ito do hita, manang mar namboru do au
Bah... Lagi-lagi ya tetangga sebelah kita yang nggak punya kebudayaan dan adat istiadat itu melukai saudara serumpunnya sendiri.
ReplyDeleteKurang azzar mereka itu.
Kita jadikanlah "ganyang Malaysia" itu kak??? Huehehe...
Salam kenal ya kak. Horas :)
lok ma disi kak. atik na adong do halak batak di malaysia.
ReplyDeleteada juga kan nilai postifnya. suku batak pasti makin dikenal. apalagi kalau masalah ini diperpanjang lagi.
Dulu aq ga tau kalau reog itu dari ponorogo. Untung aja la ada pembajakan malaysia,krna sejak saat itu baru aq tau, reog itu dari ponorogo.
Bah tak usahlah kuatir ito....
ReplyDeletekalau mengenai ulos dunia sudah mengetahui kalau itu budayanya halak hita, para wisatawan asing yang pernah ke toba dan ke malingsia pasti bisa membedakan ulos punya halak hita manang punya malingsia.
so.....kalau masalah ulos, serahkan penilaian pada APA KATA DUNIA....!!!!
Manang di dia pe au lao....tong do bona pasogit boannon ku. malaysia udah semakin gak tau diri main klaim. so, buat kita orang batak cintai budaya mu. jangan malu berjalan bersama adat dan budaya. TANO BATAK HAHOLONGAN KU!!!!
ReplyDeleteWah-wah2
ReplyDeleteAdat Alak Hita pun diklaim juga.
Dari Sabang ampe Merauke pun tau apa itu Ulos
dan
Dari Sabang Ampe Merauke pun tau ULOS itu pakaian adat batak yang merupakan suku di Indonesia.
Ck..ck...ck... mudah-mudahan Pemerintah Indonesia cepat2 mengambil tindakan..
Ahama sidongkonon ito.... Kesalahan orang Batak... Gaungnya ULOS tidak bisa dilakukan go International.. Bahkan Orang Batak sendiri lebih bangga pakai songket palembang daripada Ulos Batak sendiri..
ReplyDeleteSo ..... Mari kita bingung.. Ito yang mungil... Horas
secara harfiah bahasa sunda arti nama negara mereka adalah malink + sia = maling gila.
ReplyDeleteGanyang ajalah......!!!
bah!
ReplyDeleteito, dapat darimana sumber foto ini? kalau benar maka memang sudah kelewatanlah si malaysia itu!
GW gak setuju,,,,
ReplyDeletesecara gw jga orang batak..seenaknya negara plagiat itu ngambil,,,dasar//
@all
ReplyDeletewow...surprise sekali.
ternyata postingan yg ini ramai dikunjungi lagi ya :-)
@Menikmati hidup
foto ini koleksiku pribadi :-)
aku ikut menyaksikan 'performance kesenian mereka' ini Maret 2008 lalu di Kuala Lumpur, tepatnya di Rumah Budaya Saloma - kediaman istri budayawan Malaysia, Ramli yang dijadikan restoran & tempat pertunjukan-
Untungnya photographer kami sempat mengabadikan moment ini.
masih ada bbrp foto lagi yg saya simpan :-)
mauliate dongan semua.
Let's save our heritage!
jangan sampai diklaim dan disahkan oleh UNESCO baru kita kebakaran jenggot ^_*
Buat teman-teman yg ingin menulis ulang atau mengopload foto ini di web/blog/FB/milis lain, silahkan saja, tetapi jangan lupa cantumkan source'nya ya. Mauliate
Horas jala gabe
Lidya Roesly Hutagaol
Julius F.Siregar
ReplyDeletekalau saya tidak salah lihat, yang paling mirip dengan ulos adalah yang dikenakan penari wanita sebagai rok nya. itu memang atau mirip ragi-hotang.
tapi kalau yang dikenakan wanita sebagai baju dan yang di kenakan pria nya mungkin itu hanya tiru-tiruan ulos si malay alay (bukan merupakan motif ulos yang pernah saya lihat dalam beberapa etnis batak).
menurut saya juga, sejauh ini orang orang tau bahwa ulos itu dari batak, tapi kalau si "plagiator" malaysia alay itu sangat gencar bahkan melebihi keinginan orang batak sendiri untuk melestarikan dan memperkenalkannya kepada dunia, bisa bisa orang bingung apakah ulos itu benar benar dari daerah batak atau bukan.
atau malay alay akan mengklaim ulos batak bermula dari ulos tiru-tiruan mereka itu..
jadi marilah kita, sude bangso batak na di portibion, ta pasada ma rohanta lao manjaga adat ta.. jangan pernah malu memakai ulos atau memainkan alat musik batak atau manor tor bahkan menjadi orang batak..
horas jala gabe ma di hita saluhut na.
perlu nih disebarluaskan,agar secepatnya ULOS dipaten kan...makin hari makin parah...lebih baik kita putuskan saja hubungan dengan malaysia.
ReplyDeletewaaah..malaysia parah bgt!! kog brani braninya yaa??
ReplyDeletedasar negar miskin kebudayaan!! :p
opung aku aja msh mrasakan jd pengrajin ulos. hehhe. mreka enak aja nggaku ngaku.
lama2 pulau samosir diakui pula lagii. ckckckkck.
wuaaah..keren bgt kaa!
ReplyDelete2 jempol dh. bagus nii utk mncegah budaya kita dirampas negeri miskin maca malaysia.
bs marah opung opung leluhur kita raja ni tano batak :p
Sialan tuh orang MALAYSIA
ReplyDeletepada tau diri ngga c
gw sebagai orang batak ngga terima
Sebagai salah satu warga batak yang sudah tau seluk beluk negatifnya malaysia, saya bingung harusnya diapakan yah?gw juga bingung apakah kita rakyat INDONESIA harus mengikuti kata temen gw, UNTUK MELUDAH SATU KALI SATU ORANG KE MALAYSIA SUPAYA MEREKA TAU BAHWA INDONESIA PUNYA MASYARAKAT YANG CUKUP BANYAK UNTUK MEMBANJIRI NEGARA MEREKA DENGAN LUDAH KITA.
ReplyDeletebagudung tano halak malasia i sude....
ReplyDeletebah parah ni malingsia... kirim aja poto iban ke pihak yang berkompeten biar mereka analisis... atw kirim aja ke gubernuran sumut biar mereka tindak lanjuti...
ReplyDelete~~salam kenal Iban~~
saYa baru saja membaca tulisan ini dan saya sangatmenyesal melihatnya.. .
ReplyDeletesaya sangat yakin bahwa yang mereka pakai adalah uLos batak "Ragi hotang"yg di pakai sebagai Rok dan di jadiin kmeja ma tu cowoknya yG Lagi nari. . . .
alai tabereng ma jo sahat tu dia do halak i annon. . . .
unang hoLan na manyontek di boto...
sipata makLum do iba nian boha na so adong kreatif na nanggo saotik hoLan na pasuman-suman ton do di boto. . .
uLos nise ma nuaeng di takko i ate....
molo adong na merasa bah langsung ma LapoR hamu bah. . . .
jadi emosi nehhhhhhhh.............
Horas ito, bisa minta ijin ito share info ini di grup FB PROUD TO BE BATAK? Kebetulan saya adminnya.
ReplyDeleteterimakasih.
Horas,
Raja Malem Tarigan, Medan
malay lagi malay lagi :cry:
ReplyDeletecapeeeeeeeeeeekkkkkkkkkkkkkkkk dengernya.....
http://tforce2009.wordpress.com/2009/08/28/lagi-situs-pencemaran-nama-baik-indonesia/
Bah molo songonon do nungnga rikkot porang dohot malasiya bah ....
ReplyDeleteNaung pajago-jagohon doi sude molo songoni do ... memang terlalu remeh selama ini pengurus-pengurus negara Indonesia tercinta on, holan pabalga butuhana be do sude ....
parah!!! itu persis sama kaya kain ulos yang gue beli di danau toba!!!
ReplyDeletemalay shit berulah lagi... dan kini budaya Batak yang diusiknya, (amang oi, kurang ajar ni Maling)....
ReplyDeleteBaiklah, saya akan beli senjata api di pasar gelap, kemudian menunggu perintah dari Bapak Presiden, begitu dia bilang serang, kepalanya Badawi saya ledakkan...
tenang ito...
ReplyDeletemereka memang maling.....maling dimana-mana enaknya di saksang :)
setelah tarian itu, ada tulisan "tarian dan busana ini dapat anda temui di Indonesia" gk kak?.... Waakakakka... what a shame...
ReplyDeletesalam kenal anyway...
mungkin setelah pertunjukan itu ada tulisan
ReplyDelete"pakaian dan tarian ini dapat anda temukan di Indonesia" ahahhahaha...
what a shame...
Wuiihh .. nantangin orang batak niih .
ReplyDeleteDy ga tau apa jarak antara SUMUT ma MALAYSIA tuh deket bgt ??!
Gampang ajh tuh klo qta mau 'kepung' si malingsia !!
Lucu ya...beberapa kebudayaan Indonesia di akui malaysia sebagai budaya nya,...mungkin Malaysia malu kali, karna satu-satunya budaya yg Malaysia punya adalah Nurdin M top & alm Dr.Asahari sebagai budaya ............dari Malaysia....
ReplyDeletetapabereng-bereng majo ollakni dia do halak malasya i...! ai molo songonna lam parah annon ta ojjatthon ma annon uluni babi i tu babanai ate.....! as iboto halak i...
ReplyDeleteamagoyamang...
ReplyDeleteorang maysia songon naritik...
Wah Jangan Sampai kebudayaan batak di rebut sama negara malingsia,apalagi ulos itu kan lambang yg dah melekat banget buat bangsa batak,semua acara adat pasti memakai ulos,ulos sudah di daftar di HAKI/badan hak cipta belum sih ?
ReplyDeleteGBU All
Kasihan bangsa Malingsia. Tutup semua akses org Malingsia di sentra kebudayaan dan sentra produk asli Indonsia. Kalau ada orang Malingsia pasti datang untuk mencuri apa saja dari Indonesia.
ReplyDeleteVerdi
oyyyyy Malaysia...
ReplyDeleteulos ni Ommakku di ...
nakkin baru isussi...
na ditakkoho do sina jomuranni Nai Loddut..?
hahahahahhahahahahaaha...,
hcit butuhaku bah....
geok mamereng malaysia on...
O... pak president...!
bereng bapa ma jo photo i..,
tinggal mandokkon ma bapak..,
asa sahalakku pasae malaysia i sude...,
:)
Maklumlah otaknya cuman ampe niru doang bisanya...otak kucing.....
ReplyDeleteAku juga Batak, jgn macam aja blg ama kita....hahaha...
Salam.
ReplyDeleteYou know what? Its more better if you make more research, sweetheart. The photo is actually a photo of my tribe. However, the people who are presenting the dance and the costume itself is not originaly origin of my tribe. They are IMMITATING it. One more thing, dear... thanks cause have the guts to humiliate my tribe in your own blog. Blessing for you...
Sabar.. Saudara2ku!! :)
ReplyDeleteSaat yg tepat ini adalah, Mendoakan mereka saja biar jangan jadi Tukang Maling lagi. Lumyan, kita dapat pahala, mreka dapat DOSAnya,hehehe :D
google "rungus" for more info
ReplyDelete2 tanggapan:
ReplyDelete1. Memang malaysia itu kurangajar. Udah menginjak2 kepala kita. Gak tau malu.
2. Sudah selayaknya kita yang punya budaya sadar diri, kita sudah lama sekali menelantarkan kebudayaan kita sendiri. Kalo dibajak negeri lain baru kebakaran jenggot...
Salam hangat.
henry aritonang, palembang
ka aku copas ke FB-ku ya...
ReplyDeleteTerima kasih infonya....memang negara tetangga kita itu dah nyebelin bgt deh...karen udah kebangetan ...aku setuju kalau pemerintah membuat kepututsan TRAVEL WARNING bg warga INdonesia ke Malaysia dan tidak membeli semua produk dari Malysia...biar tau rasa dia....aku yakin pariwisata mereka sangat tergantung dgn orng indonesia...Mereka bener2 gak kapok udah kita kasi asap kebakaran hutan masih aja, berani ma orang Indonesia.
ReplyDeleteterima kasih infonya...tetangga kita emang nyebelin banget...kalau perlu Pemerintah mengeluarkan keputusan untuk TRAVEL WARNING bg masyarakat Indonesia ke Malaysia....dan jangan membeli dan memaki produk Malysia...biar tau rasa..aku yakin pariwisata mereka sangat tergantung dgn Indonesia....udah tiap saaat dikirim asap kebakaran hutan masih aja gak kapok tuh orang2
ReplyDeletenah lo...bakalan ketauan lagi tuh..kalo budaya kita bener2 dijiplak abis2an....apa di sono ga ada kebudayaan yg bagus ya..?
ReplyDeleteMemang kurang ajar bener malingsia itu. Sebaiknya kawan kawan jagan beli produk mereka terutama seperti mobil proton exora. Itu mobil kan jiplakan kijang kita cuma mesinnya aja diganti. Lihat modelnya kan mirip innova
ReplyDeleteGimana kalo kita Ekspor aja Saksang ke Malaysia banyak2?
ReplyDeletehati2 sebentar lagi koteka akan mereka akui sebagai bagian dari budaya mereka, bila perlu isinya juga akan mereka akui..:)-Kemana neh bos2 dipemerintahan? (Horas Ito, salam - FB: Frans Gustav
ReplyDeleteSekarang apa2 yg berbau culture mesti pake hak paten. Biar si Malingsia ga curi milik kta yg sudah jd aset negara kta slama ratusan tahun... ganyang Malayshitt..!!
ReplyDeleteTravel Warning to Malayshitt...!!!
ReplyDeleteHallo teman-teman....sekarang lagi ribut-ribut soal budaya nich...! Marilah kita berfikir kritis dan bijaksana untuk menghadapinya. Saya sangat setuju kalau Ulos adalah pakaian adat dan identitas orang Batak. Persoalannya apakah orang Batak itu hanya orang Indonesia? Jika demikian bagaimana dengan orang Batak yang pindah kewarganegaraan, apakah karena mereka bukan lagi WNI jadi tidak bisa disebut orang Batak? Menurut saya apapun kewarganegaraannya, selagi dia masih memiliki darah Batak (entah 100%, 50%, 25%) dia tetap orang Batak. So...sah...sah...saja orang Malaysia, Eropa, Africa, memakai Ulos. Suku Batak jangan di sempitkan kedalam status kewarganegaraan. Walaupun mereka bukan WNI tapi kalo mereka memiliki darah Batak...sah-sah saja mereka menggunakan pakaian leluhur mereka.
ReplyDeleteHoras! Sebagai Bangso BATAK kita harus bersama-sama menjaga budaya kita, dan juga kekayaan budaya INDONESIA lainnya yang beraneka-ragam.
ReplyDeleteMerdeka!
http://www.ArtDuane.com
org cina jg ad dmn2 dsLuruh dunia ini...mskipun di AMrik tpa aj dbLg barongsai itu dr cina bkn dr amrik krn leluhurnya dr cina...
ReplyDeletesharusnya kasus Ulos tsb jg bgtu...mskipun dia kturunan btak & bkn WNI hrs di bilang kalau uLos itu dri INA bkn Malaysia apalagi kalau dy bkn kturunana batak...
Melayu yah Melayu! apa hubungannya dengan BATAK? Gak klop kalee! Dasar maling gak kreatif! GAK TAHU MALU!!!
ReplyDeleteDongan2,
ReplyDeleteternyata ulos tu udah diklaim Malaysia
sbg bagian dari seni mereka taon 2007 yg lalu.
Aku baca brita na di Kompas,
klo ga salah,
edisi 30 atw 31 Agustus 2009.
-Sorang Saragih-
Gw cuma mau nanggapin komen dari sdr.Donatus Simbolon... Memang sah2 aja kalau ada org batak yg udah pindah warga negara menjadi warga negara asing memakai ULOS. Tapi kan bukan untuk diperkenalkan sbg kebudayaan mereka (negara yg bersangkutan). Kalo sekedar pake memang gak salah, TAPI kalo udah ngaku2 smua itu hasil kebudayaan negara tsb, yg jelas2 bukan negara Indonesia dimana terdapat TANAH BATAK sbg penghasil ULOS, itu namanya MALING!!! Makanya sblm kasih koment, testi diatas dibaca dan dipahami dulu! Sorry, skedar kasih masukan aja.
ReplyDeletebuset......ganyang dah tuh malaysia....
ReplyDeleteParBiang,
ReplyDeleteOrang gila semua ini Malaysia, sudah jelas itu adalah ULOS kain tradisional orang Batak. Dan semua pun tahu dimana orang Batak tinggal.
@ Donatus Simbolon,
Biar pun ada orang Batak disana, tidak berhak mengatakan itu adalah bagian dari negri-negri yang ada di Malaysia. Gimana kau ini kawan.......
mereka sudah kehilangan kebudayaan.
ReplyDeletesehingga mereka sudah tidak punya jati diri lagi dan hanya bisa menjiplak..
Setelah ulos, besar kemungkinan sangsang (baca: saksang) akan diklaim bangsa Malingsia ini sebagai makanan tradisional mereka. Lalu bodat di Parapat sebagai nenek moyangnya (mungkin ini ada benarnya, ya?). Macam mana pula kalau HKBP kemudian diklaim sebagai gereja rintisannya? Bah, maupma hita sude!
ReplyDeleteHalah..kok bisa2nya Ulos di-akui Malasyah... payah tuh nation!!! Biarpun saya bukan Batak (sy Betawi-Palembang), tp ya gak terima doonk..kalo Ulos ampe diklaim malasyah... huhhh...
ReplyDeleteDasar MalingSial..!!!!!!!! ayo kita lestarikan kebudayaan kita biar ga di klaim negara ga tau diri itu..!!!!
ReplyDeletebaru baca..
ReplyDeletesori guys !
utk urusan budaya/adat ato apa deh namanya itu, saya justru sangat brtrima kasih dgn malaysia, karna :
1. mereka turut mempromosikan secara gratis budaya/adat indonesia-melayu!
2. apa yg dilakukan malaysia,sadar/tidak menggugah bangsa ini menjadi lbh peka & "mungkin sadar" betapa pentingnya menghargai sebuah budaya!
3. blessing in disguisenya rasa nasionalisme yg sdh mulai katanya hilang, seperti berasa tumbuh kembali!
tapi kalo utk urusan kedaulatan NKRI seperti misalanya wilayah tapal batas saya sangat2 setuju utk mengGanyang Malingsia, dan juga TKI yg disiksa/diperlakukan tidak layak/tdk pantas utk seorang manusia!
kesimpulannya saya lbh suka, kegiatan budaya ato tulisan sprti ini di posting lbh bnyk lg ke internasional, shingga dgn sndirinya masyarakat internasional tau, dan pada akirnya anda smua yg punya pandangan berbeda dgn saya utk masalah "klaim" budaya ini, mgkn bisa sama2 berbangga ketika ULOS BATAK dipentaskan atau bahkan digunakan di amerika, eropa, afrika, dsb sprti ketika kita semua lebih memilih menggunakan tuxedo, jas, atau pakaian2 lainnya di Indonesia! peace ^_^
maharatua, warmest regard !
hkahakaa..
ReplyDeletegimna ntar kalo Babi panggang makanan khas batak di klaim sama malaysia jg sebagai makanan khas mereka..hkahakaa
mungkin ga yah ??
ah, promosi sih promosi...tapi jgn main klaim...
ReplyDeletejangan2 yg komen di atas saya emang suka plagiat... (sorry...emosi nihhhh)...
saya sebagai 'pomparan' Si Raja Batak ga suka ada pihak lain ngaku2 sbg pemilik budaya moyang saya.
Kita hargai Malaysia sebagai Negera Berdaulat, dan mereka pun harus melakukan hal serupa...
Semangat terus Indonesia... maju terus pomparan 'Raja Batak'... HORAS!!!
babi panggang Karo kapan di klaim mereka?
ReplyDeletemdah2an aja mereka segera mengklaim Babi panggang karo sebagai makanan khas mereka..
hehee
sori lae cyrus simorangkir yg dibawah saya..
ReplyDeletesaya bkn tipe org yg mau marah2 & emosi tanpa alasan ga jelas, plagiat?? buat saya wajar2 saja krna saya & anda dilahirkan kedunia sama sekali ga tau apa2, sampai akirnya tau, yg dikarenakan hasil "plagiat" dari yg sudah ada sebelumnya!!
Sutan Takdir Alisjahbana yg lhr di sumut itu prnh bilang, otak orang indonesia harus diasah sprti otak orang barat, etc!!
buat saya, itu adalah gambaran wajah indonesia saat ini. wajah yang kebingungan untuk menentukan arah!! ketinggalan langkah, udah itu emosi pula!! padahal sblm trjadi hal semacam ini-masalah budaya-negara ini punya banyak waktu utk mengembangkan, melestariakan, menjaga sampe mempromosikan budayanya!
Lain lg kalo kita bicara tapal batas & TKI ya, kalo itu saya ikut emosi :)
ps:
UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), will reinforce Indonesian batik as a World Cultural Heritage (World Heritage). Inauguration will be officially done at the upcoming 2nd October 2009 in France.
so, It is our responsibility to encourage a reawakening to real batik made and owned by Indonesia. This preservation should come from communities, not only government and expert. Let's unite to support Batik is Indonesia.
Wear Batik on 2nd October 2009 as your dress code !! MERDEKA!!
warmest regard,
haratua simanjuntak.
Wah...menarik juga itu ito kalo mereka bilang itu namanya Ulos... ada sejarah yang tersembunyi kali.
ReplyDeleteSepintas dari motifnya mirip ulos batak sih, hanya saja saya tidak penenun,jadi tidak tau persis.
Disatu sisi kita bisa bangga juga ulos kita sampai2 ditiru orang.. tapi kalau saja saya ditempat itu seperti ito aku bisa mengerti kalo bisa membuat gerammm..
Tapi sudah banyak buku2 terbitan puluhan bahkan ratusan tahun lalu menulis dan mengambarkan motif ulos batak (terbitan luar khususnya) Ada museum batak lho di Wuppertal (kantor pusat si Oppui Nomensen)dan juga di Belanda. Aku rasa ini hanya penampilan promosi parawisata aja, tak perlu dianggap serius..
Malaysia sekarang baru belajar besar, jadi sering kebablasan..
horas ..
ijin ngelink yah Pak ^_^
ReplyDeleteasal tari Batak di klaim juga ama Malaysia, jadi tarian nenek moyang mereka.........
ReplyDeleteya ampun...kenapa sih malaysia..ada apa sih dengan dia...itu udah lama kejadiannya ya?...
ReplyDeletegila bgt sih..jadi ikut emosi jiwa nih..sudah katarina Haryati A. Sinaga: jelas sekali jelas ulos punya Indonesia, masih berani dia akuin dengan nama lain...
untung kamu berani untuk nulis...
semangat ka ngeshare ke banyak orang...
udah didenger presiden ga nih beritanya...haduh..haduh...udah dr 2008 pula...qo ga terdengar di TV sih?...jgn sampai indonesia meng-iya-kan...tidaaaaaakkkk....ga mau...
-hanya amarah!!!-
ReplyDeleteluar biasa plagiator terhebat sepanjang masa!!!!
Gak heran wktu aku jalan2 ke KL,masa lagu2 Indo tahun 90 awal masih berkumandang dmna2...Telinga gw aja dah ngerasa asing dengernya,saking banyaknya musisi Indonesia menciptakan lagu2 baru alias KREATIF......Trbukti mereka ga punya karya...Huhhhh....
-Eve-
klo ada foto2 yg lain bisa diposting lagi to.biar membukti bahwa malaysia itu benar-benar "MALINGSIA".
ReplyDeletePromosi menggunakan budaya orang lain dengan menyertakan siapa yang punya adalah hal yang baik dan itu bisa diterima oleh setiap orang,
tetapi jika promosi itu sebagai langkah awal untuk berniat memilikinya adalah hal yang sangat tabu, kotor dan tidak bisa diterima.
Keterlaluan, tak tau diri mo promosi kok pake budaya orang.
Sebenarnya banyak faktor dan ntah karena disengaja atau tidak tapi yang pasti teman2 juga harus tahu kadang kala kebudayaan indonesia sendiri aja kurang dihargai di negeri tercinta ini.Pada saat kebudayaan kita diklaim, kita baru ribut.Saya pernah tahu bahwa dulu kita memang serumpun dgn malaysia dan pada saat itu untuk masuk ke negara malaysia sangat gampang sehingga banyak misalkan orang jawa yang telah menjadi WN Malaysia.Apakah salah dia mengembangkan budayanya sendiri???lagian dia memang suku jawa cuma sudah jadi WN Malaysia.Sehingga pada saat budaya orang jawa diklaim disana dan kita sendiri aja kurang mengenalkan pada dunia atau menghargai,kenapa kita gusar pada usaha mereka yang mengenalkan pada dunia!!!
ReplyDeleteBukan saya membela mereka tapi kadang memang kita sedang belajar untuk lebih menghargai kebudayaan kita.Intropeksilah teman2,dan jangan menambah keruhnya hubungan yang telah terjalin.
malaysia lagi deh!
ReplyDeleteplease jangan rebut ulos dan semua barang indo lainnya donk!
-E.Sembiring
kakak ku punya topik yang cihuy....
ReplyDeletekalau aku sih sudah tau jawabannya....tapi ku pengen tahu sejauh mana sih... pengetahuan tentang batak... apa cuma ulos yg mungkin gampang di identitaskanlah secara visual...dari cuma liat jg sebenarnya brand nya dah batak banget lah... lagipula gag cuma 1 atau 2 orang barat yang berwisata ke danau toba...dan seruling bpk marsius sitohang juga dah membawa dan mengenalkan batak ke daratan eropa...they know lah...
ku punya topik nih ...
kita bahas sisi linguistic...
dan kalau kk tahu jawabannya pasti kk merasa bangga menjadi orang batak...dalam usahanya nenek moyang orang batak terdahulu guna melestarikan linguistik batak... hebat sekali sudah direncanakan dan diantisipasi jauh hari sebelum kita2 ini pada lahir...
begini kak... kita telusuri p.sumatra ok
cuma 1 pertanyaan ku...kalau kk mengamati dari aceh sampai lampunglah...
rata2 pakai bahasa yang hampir sama pengantar nya...bahasanya hampir sama lah logat berbeda sikit..
contoh:
mau kemana (indonesia)
mao kemane (aceh)
mao Kmano (padang)
lao tu dia (batak)
ingat...medan itu blom tentu batak
yg jadi pertanyaan :
knpa linguistic halak batak berbeda dengan yg lainnya pada hal 1 rumpun melayu...
pertanyaan selanjutnya klw mw dijawab silahkan..
darimanakah asal nenek moyang kita terdahulu pertama kali??
tahukah kaka suku apa yang tertua di sumatra??
jawabannya di e-mail aja kak:
michiesakuragi@yahoo.com
wah , sial banget tuh malaysia
ReplyDeletehita lopa ma anon gabe sagsang ate !
btw , menjawab pertanyaan di atas
denger2 sih Batak ada dari 2 jenis keturunan
makanya ada yang item dan yang putih
*contrast banget kan*
katanya sih satu dari Israel *item*
satu lagi dari Thailand *putih*
gitu loh ...
horas ito...
ReplyDeletebohama ta baen malaysia on ito..
maccam-maccam tu hita halak batak
kenapa kita mesti bermusuhan sesama kita yg susur galurnya hampir sama ini majoritinya islam?Iya ape yg ada kaitan dgn kebudayaan itu kita serahkan kepada pemerintah negara kita untuk selesaikan kalau ada yg salah dr pihak kami(MALAYSIA)harap maafkan tetapi jgn la mebenci sesama sendiri...saya sedih..saya punya kawan g ramai di jakarta malah susur galur keluarga saya pon ada yg dr indonesia...kita ini serumpun tidak perlu bermusuh2?kenapa kerana isu sebegini mau GANYANG MALAYSIA?saya setuju dgn komentar pak Donatus Simbolon,
ReplyDeletesaya lihat hari ini isu ini semakin besar..kita semua terpelajar mampu berfikir yg mana baik yg mana buruk kalian boleh menegur kesilapan kami bangsa malaysia tapi bukan dgn cara mencerca menuduh, menghina, memprovokasi atau cara lain yg tidak betul kerana itu bisa membangkitkan perasaan tidak senang di kalangan kami..Maafkan saya jika komentar ini mengundang perasaan tidak puas hati dari kalian semua..sesungguhnya yg buruk itu datang dr saya dan yg baik itu dtgnya dr ALLAH S.W.T
Rakanmu dr MALAYSIA....
dear all,
ReplyDeletemany thanks for reading & comments.
fyi, kindly read Majalah Tapian October 2009 edition, page 1-7.
u can see another perspective of this claim.
warmest regards for u all,
Lidya Fitry Anata Roesly Hutagaol
http://madeinsabah.files.wordpress.com/2008/06/rumahterbukapestakaamatn2008_9621.jpg?w=500&h=333
ReplyDeleteTarian kaun Kadazandusun dari Sabah, Malaysia bernama Sumazau. Lihat Wikipedia : Sabah, Kadazan, Kadazandusun. Juga Imej Google "Sabah traditional Dance", "Sumazau". Terima kasih.
http://madeinsabah.files.wordpress.com/2008/06/rumahterbukapestakaamatn2008_9621.jpg?w=500&h=333
ReplyDeleteaku tak kenal Batak, tak tau ulos, tak lihat tortor. jadi ku mencari........
ReplyDeleteku jumpa Batak di wiki, ulos di http://www.pemkomedan.go.id/serba_detail.php?id=53 , tortor di youtube. di youtube juga ku jumpa :
Sabah Traditional Dance at Tadau Kaamatan 2008
Anggalang & Magunatip (part 2),
Hebat kaum peribumi(asal) Sabah, Malaysia ini, dari beratus tahun dulu walau masih primitif udah berjaya ncuri seni kain kaum Batak yang begitu rumit sekali untuk di buat, dikatakan kini diancam punah gara-gara golongan barunya udah ngak berapa kenal dan lebih sibuk mau berantam...........utk membuat sedikit research (kajian) mudah seperti ini pastilah jauh sekali, yang penting mendapat bahan untuk menkeji dan mencela........
Tuan Blog...Lebih ramai yg postingan negatif.
ReplyDeleteKAlau tk silap,Batak ada/wujud di Sabah@Sarawak.
Anda bertanggungjawab atas artikel yg disiarkan.
hoi, kalian gak tau ya orang batak memang ada di malaysia sejak ratusan dahulu? (aku juga huhu)
ReplyDeleteanyway, kalian ni memang closed minded lah. shirt and jeans yang kalian pake sehari2 itu budaya kalian? ada yang marah gak? hahaha
horAs..ka...lok ma disi halak'i mengklaim ulos..alai molo naing mangklaim dok ma tu ibana sahali nai ho mangklaim budaya dohot adat nami mate ma ho di TaNo baTak...mauliaTe...hOras...GBU
ReplyDeleteSalam perkenalan Lidyanata....
ReplyDeletepersoalan ulos dan tortor seharusnya tidak menjadi permasalahan budaya..karena kedua-dua negara mempunyai suku kaum yg sama malahan serumpun..Suku bata sudahpun wujud di Sabah dan Sarawak sejak sekian lama...Sila rujuk kepada sejarah penjajahan Majapahit serta pengaruh kerajaan Sriwijaya yg berasal dari lndonesia yang menakluki tanah Melayu...
Kepulauan Borneo yang didiami dan dikongsi bersama oleh Malaysia dan lndonesia merupakan satu wadah yg baik dan seharusnya tidak perlu di pertikaikan lagi..
Untuk pengetahuan Lidyanata,,,malaysia tidak pernah mengklaim (Claimed)tenunan ulos dan tortor budaya asli Malaysia..karena Malaysia terdiri daripada byk suku kaum yang dahulunya datang dari segala genap pelusuk kepulauan melayu lndonsia dan melaysia...
Cuma yg berbeda selepas mereka menjadi wagranegara smada Malaysia atau lndonesia...tetapi mereka yg berasal (asli) org jawa..suku batak.suku minang membawa adat serta budaya masing-masing ke dalam masyarakat (community) Malaysia sebagai masyarakat majmuk..
Kepelbagaian dan kemajmukan masyarakat Malaysia melahirkan kepelbagaian budaya yg seperti anda tonton dalam persembahan kebudayaan di Bistro Saloma di Kuala Lumpur...dan untuk pengetahuan anda..Budayawan P.Ramlee adalah berasal (asli) org Acheh..
Justeru itu,, tidak harus sama sekali tuduhan melulu tentang Malaysia coba mengklaim tarian dan segala budaya yg berasal dari lndonesia tidak wujud,sedangkan segala usaha untuk mempromosi maupun mwnghidupkan kebudayaan itu ditonjolkan semula menerusi atau melalui suku kaum yang mewarisi kebudayaan itu yang kebetulan sudahpun menjadi warga Malaysia..Malaysia secara umumnya tidak pernah dan tidak akan pernah mau menuntut (mengklaim) budaya asli lndonesia sebagai budaya Malaysia..cuma yg pasti kedua-dua negara mempunyai rumpun dan suku kaum yg sama dan menjadi warga negara yg berbeda samada sebagai rakyat Malaysia mahupun lndonesia..
Saya lebih suka kita saling membuat research dan berkongsi budaya untuk kepentingan bersama..dan kebaikan bersama... Di Malaysia kini mempunyai 3.5 juta rakyat (warga lndonesia) yang mencari rezeki di sini..kami terima seadanya..tanpa mempersoalkan status mereka..lni semata-mata kita serumpun..tidak membeda-bedakan karena kita senantiasa memberi ruang dan peluang kepada mereka untuk mencari rezeki dgn aman...sya amat berharap anda tidak lagi memperbesarkan isu-isu yg kami sendiri tidak pernah mau ambil peduli..Kami lebih suka menjuruskan kepada bagaimana mau menjadikan kedua-dua negara sebagai negara maju dalam perekonomian...bkn isu-isu remeh karena kita saling berkongsi budaya dan saling mau bantu membantuiin...
makasi..
lkhlas..
"Saya lebih suka kita saling membuat research dan berkongsi budaya untuk kepentingan bersama..dan kebaikan bersama... Di Malaysia kini mempunyai 3.5 juta rakyat (warga lndonesia) yang mencari rezeki di sini..kami terima seadanya..tanpa mempersoalkan status mereka..lni semata-mata kita serumpun..tidak membeda-bedakan karena kita senantiasa memberi ruang dan peluang kepada mereka untuk mencari rezeki dgn aman...sya amat berharap anda tidak lagi memperbesarkan isu-isu yg kami sendiri tidak pernah mau ambil peduli..Kami lebih suka menjuruskan kepada bagaimana mau menjadikan kedua-dua negara sebagai negara maju dalam perekonomian...bkn isu-isu remeh karena kita saling berkongsi budaya dan saling mau bantu membantuiin... "
ReplyDeleteIs good opinion.